Pemalang, 29 Mei 2026 – Kreativitas mahasiswa tidak hanya hadir di ruang kuliah. Sekelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal membuktikannya dengan menggelar pelatihan pengolahan bunga telang menjadi teh herbal dengan dua varian rasa bagi warga Kelurahan Beji, Kabupaten Pemalang, Jumat (29/5).
Kegiatan yang merupakan bagian dari tugas mata kuliah Business Plan tersebut bertujuan memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan bunga telang menjadi produk yang memiliki nilai kesehatan sekaligus nilai ekonomi. Selama ini, bunga telang lebih dikenal sebagai tanaman hias, padahal tanaman berwarna biru keunguan itu memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk herbal yang diminati pasar.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memperkenalkan tahapan pembuatan teh bunga telang, mulai dari proses pengeringan bunga, penentuan takaran bahan, pencampuran komposisi, hingga teknik pengemasan sederhana agar produk memiliki daya jual lebih baik.
Salah satu perwakilan mahasiswa menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
“Bunga telang memiliki berbagai manfaat, di antaranya membantu mengurangi stres, kecemasan, peradangan, serta menangkal radikal bebas yang dapat memicu penuaan dini. Dengan pengolahan yang tepat, tanaman ini juga berpotensi menjadi produk usaha yang bernilai jual,” ujarnya.
Pelatihan berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari warga. Sejak sesi demonstrasi dimulai, peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar teknik budidaya bunga telang, cara menghilangkan aroma langu, proses pengolahan menjadi teh, hingga peluang pemasaran produk. Diskusi yang terjalin membuat suasana pelatihan semakin hidup dan memberikan solusi atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi warga.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh empat mahasiswa, yakni Nabila Farah Zayyan, Siti Nurjanah, Syahrani Ghifarira, dan Abdul Aziz Riyanto. Mereka mendapat pendampingan dari dosen pembimbing Neni Hendaryati, M.Pd., Ibnu S., S.T., M.Pd., M.T., dan Dr. Rizqi Amaliyakh S., M.Pd.
Para dosen pendamping memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Mereka berharap program serupa dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi tugas perkuliahan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.
Pemerintah Kelurahan Beji pun menyambut baik kegiatan tersebut. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dinilai mampu mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang dapat memperkuat ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan pemanfaatan tanaman herbal di lingkungan sekitar.
Melalui pelatihan ini, bunga telang yang selama ini tumbuh di pekarangan rumah tidak lagi sekadar tanaman hias, melainkan bertransformasi menjadi produk herbal yang menjanjikan peluang usaha bagi masyarakat.


