Tegal – Komitmen membangun budaya numerasi di lingkungan sekolah terus diperkuat oleh SD Negeri Panggung 6 Kota Tegal. Melalui kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Penguatan Budaya Numerasi Sekolah Melalui Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik”, para guru diajak memperdalam pemahaman tentang pembelajaran numerasi yang bermakna guna mencetak generasi yang bernalar kritis dan siap menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 11 Juni 2026 di SDN Panggung 6 tersebut menghadirkan Dr. Munadi, M.Si., dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pancasakti Tegal, sebagai narasumber utama. Kehadiran beliau merupakan bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kapasitas guru untuk mengintegrasikan numerasi ke dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang berlangsung khidmat. Selanjutnya, Kepala SDN Panggung 6, Widji Sulistyo, S.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya budaya numerasi sebagai fondasi dalam membangun kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis pada peserta didik.

Setelah pembacaan doa dan sesi foto bersama, peserta mengikuti penyampaian materi yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Dalam paparannya, Dr. Munadi menjelaskan bahwa numerasi tidak hanya sebatas kemampuan berhitung, tetapi juga mencakup kemampuan menggunakan konsep bilangan, operasi hitung, simbol matematika, serta penalaran untuk memecahkan berbagai persoalan kehidupan sehari-hari.

Melalui materi bertajuk “Refleksi Matematis terhadap Penguatan Numerasi Sekolah”, peserta diajak memahami hubungan antara numerasi dan pemodelan matematika, mengkaji berbagai contoh soal numerasi yang menuntut kemampuan berpikir kritis, serta mendiskusikan sejumlah miskonsepsi yang sering ditemukan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.

Suasana pelatihan semakin hidup ketika peserta diajak menyelesaikan berbagai tantangan numerasi dan menganalisis masalah kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran numerasi dapat dirancang lebih bermakna dan tidak terbatas pada soal-soal rutin semata. Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam pelatihan adalah pentingnya mengubah soal rutin menjadi soal yang mendorong peserta didik berpikir, menggunakan konteks nyata, serta membiasakan evaluasi terhadap jawaban yang diperoleh.

Melalui kegiatan ini, SDN Panggung 6 berharap para guru semakin siap mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sekaligus menguatkan budaya numerasi di sekolah. Dengan demikian, cita-cita untuk melahirkan generasi yang memiliki kemampuan bernalar kritis, kreatif, dan adaptif dapat terwujud secara nyata melalui proses pembelajaran yang berkualitas.

Kegiatan IHT ini menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan dapat dimulai dari ruang kelas, melalui guru-guru yang terus belajar dan berinovasi demi masa depan peserta didik yang lebih gemilang.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »