Dr. Yoga Prihatin, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, kembali harum di kancah internasional. Beliau didapuk sebagai salah satu tokoh kunci dalam ajang 7th Chapter of Asian Integration Initiatives Series of Borderless Asia Conference (2026) yang digelar di ITC Ratnadipa, Kolombo, Sri Lanka.

Berdasarkan jadwal Specific Engagement Sessions yang dirilis panitia, Dr. Yoga Prihatin dipercaya memegang tiga peran penting sekaligus dalam konferensi bergengsi yang mengusung semangat “Combining Collective Consciousness towards Achieving Growth…” tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketiga peran tersebut antara lain:

1. Sebagai Panelis (12:30 pm – 01:10 pm): Beliau terlibat aktif dalam Panel Discussion II bertema “Asia in Business, Industry & Technology: Issues of Emergence” di Hall Sangam. Beliau berbagi panggung bersama pakar dan akademisi terkemuka dari berbagai negara, seperti Dr. Chok Nyen Vui (Malaysia), Dr. Martin Dahl (Polandia), hingga perwakilan dari IBM India.
2. Sebagai Session Chair (02:15 pm – 03:15 pm): Menunjukkan kapasitasnya sebagai akademisi senior, Dr. Yoga dipercaya untuk memimpin dan memoderasi jalannya Concept Session (S6) di Meeting Room 3.
3. Sebagai Paper Presenter (03:20 pm – 04:20 pm): Di sesi penutupan, beliau mempresentasikan hasil risetnya dalam Concept Session (S8) di Hall Sangam. Makalah ilmiahnya yang berjudul “Navigating Cultural Diversity: A Cross-Cultural Analysis of Multinational University Students’ Intercultural Communication Challenges and Institutional Support” ini ditulisnya bersama Maulana Malik Al Ghibrani dari Universitas IVET Semarang.

Selain rangkaian sesi ilmiah tersebut, Dr. Yoga Prihatin juga dijadwalkan menghadiri undangan makan malam pra-konferensi (pre-conference dinner) pada 29 Oktober 2026, sehari sebelum acara utama dimulai.

Keikutsertaan dan besarnya peran Dr. Yoga Prihatin dalam konferensi tingkat Asia ini tidak hanya membawa nama harum Universitas Pancasakti Tegal, tetapi juga membuktikan kapasitas akademisi Indonesia dalam menjawab tantangan pendidikan dan komunikasi lintas budaya di era globalisasi.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »