TEGAL – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar terus dilakukan SD Negeri Mangkukusuman 4 Kota Tegal. Melalui kegiatan In House Training (IHT), seluruh guru memperoleh penguatan kompetensi dalam menerapkan pembelajaran matematika yang lebih bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada peningkatan kemampuan numerasi peserta didik.
Kegiatan yang mengusung tema “Optimalisasi Pembelajaran Matematika Kelas Rendah dan Tinggi Menuju Peningkatan Rapor Pendidikan dan TKA” ini dilaksanakan pada Senin (6/7/2026). Sebanyak 10 guru SD Negeri Mangkukusuman 4 mengikuti pelatihan dengan penuh antusias hingga kegiatan berakhir pada pukul 11.15 WIB.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Setelah itu, Kepala SD Negeri Mangkukusuman 4, Lisa Andriani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi, kemudian acara dilanjutkan dengan doa bersama sebelum memasuki sesi pelatihan.
Dalam sambutannya, Lisa Andriani menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Menurutnya, guru harus terus memperbarui wawasan dan keterampilannya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan mampu menjawab tantangan implementasi Rapor Pendidikan maupun Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Sesi inti menghadirkan Dr. Munadi, S.Si., M.Si. sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai strategi optimalisasi pembelajaran matematika di kelas rendah maupun kelas tinggi. Materi tersebut dirancang untuk membantu guru memahami bagaimana membangun kemampuan numerasi peserta didik melalui pembelajaran yang menekankan penalaran, pemecahan masalah, dan penerapan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membahas konsep numerasi, peserta juga diajak mendalami pemodelan matematika, penyusunan soal berbasis penalaran, serta berbagai miskonsepsi yang masih sering ditemukan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Berbagai contoh soal kontekstual dan tantangan pemecahan masalah disampaikan sebagai inspirasi agar guru dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih menantang sekaligus menyenangkan bagi peserta didik.
Dalam pemaparannya, Dr. Munadi menekankan bahwa tujuan utama pembelajaran matematika bukanlah mengejar banyaknya materi yang diselesaikan, melainkan memastikan peserta didik memahami konsep secara mendalam. Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan Rapor Pendidikan dan hasil TKA merupakan buah dari proses pembelajaran yang berkualitas, konsisten, dan berpusat pada pengembangan cara berpikir siswa, bukan sekadar intensitas latihan mengerjakan soal.
Selama pelatihan berlangsung, suasana diskusi tampak hidup dan komunikatif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman mengajar, serta mendiskusikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa di kelas.
Melalui kegiatan ini, SD Negeri Mangkukusuman 4 menunjukkan komitmennya untuk terus membangun budaya belajar bagi para guru sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan. Diharapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama IHT dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sehari-hari sehingga mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, memperkuat kompetensi numerasi siswa, dan berdampak positif terhadap capaian Rapor Pendidikan maupun Tes Kemampuan Akademik (TKA).

