TEGAL — Musyawarah Teater Akar (Musykar) 2026 resmi melahirkan pemimpin baru. Zahwa Anggita Erinsafitri, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), terpilih sebagai Lurah Teater Akar periode 2026–2027.
Musykar yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu, 22–23 Agustus 2026, di Transit Auditorium FKIP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal tersebut diawali dengan seremoni pembukaan. Pada kesempatan itu, Wakil Dekan III FKIP UPS Tegal, Dr. Munadi, memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka Musyawarah Teater Akar 2026.
Kegiatan yang diketuai oleh Auly Chelsea KaSastra tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar Teater Akar untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan pada periode berikutnya. Sebelum memasuki forum musyawarah, sambutan juga disampaikan oleh Lurah Teater Akar periode 2025–2026, Salma Nur Azizah Nugraheni, serta Pembina Teater Akar, Sanday Jamaludin, M.Pd. Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Usai acara pembukaan, peserta memasuki agenda inti Musykar. Sidang Musyawarah Teater Akar membahas berbagai agenda organisasi dan proses regenerasi kepemimpinan. Rangkaian kegiatan berlangsung hingga malam hari, termasuk agenda pemilihan Lurah Teater Akar, kemudian dilanjutkan kembali pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Musykar tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan. Forum tersebut menjadi ruang demokrasi bagi seluruh anggota untuk menyampaikan aspirasi, melakukan refleksi terhadap perjalanan organisasi, serta menentukan arah masa depan Teater Akar.
Setelah melalui proses musyawarah dan pemilihan, Zahwa Anggita Erinsafitri akhirnya memperoleh amanah untuk memimpin Teater Akar selama satu periode ke depan. Terpilihnya mahasiswa Program Studi BK tersebut menandai dimulainya babak baru perjalanan organisasi.
Zahwa diharapkan mampu melanjutkan berbagai capaian positif yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Salma Nur Azizah Nugraheni, sekaligus menghadirkan energi, gagasan, dan inovasi baru bagi perkembangan Teater Akar.
Sebagai salah satu ruang kreativitas mahasiswa, Teater Akar diharapkan terus berkembang dan konsisten melahirkan karya-karya seni. Lebih dari itu, organisasi ini juga diharapkan tetap menjadi ruang pembelajaran bagi anggotanya untuk mengembangkan kreativitas, keberanian berekspresi, kerja sama, dan semangat kebersamaan.
Panggung regenerasi telah berganti. Amanah baru kini berada di pundak Zahwa Anggita Erinsafitri. Dengan semangat baru, Teater Akar bersiap membuka lembaran berikutnya—terus berakar, terus berkarya, dan terus menyala.


