Revitalisasi Pancasila Sebagai Fondasi Moral dan Etika Bangsa di Era Globalisasi diangkat sebagai tema oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal dalam menggelar kegiatan Tes Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (TP3) secara daring pada Rabu, 27 Agustus 2025. Acara ini diikuti oleh 160 mahasiswa melalui aplikasi Zoom Meeting dari pukul 08.00 hingga 11.30 WIB.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP  Dr. Yoga Prihatin, M.Pd., menyampaikan pentingnya TP3. “Tes ini penting sebagai salah satu upaya untuk mengukur sejauh mana kita memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Tes ini merupakan sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.

Sebelum pelaksanaan tes, para peserta mendengarkan materi dari Ketua Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP), Dr. Himawan Sugiharto, S.H., M.H. Dalam paparannya, Dr. Himawan Sugiharto menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar rumusan teks, tetapi merupakan pandangan hidup bangsa yang menjadi pedoman dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

 

 

 

 

 

Fenomena globalisasi yang membuat batas-batas negara semakin transparan, serta tantangan yang muncul di era ini, termasuk potensi rusaknya moral dan budaya bangsa. “Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia memiliki akar yang kuat pada kearifan lokal dan nilai-nilai budaya bangsa,” jelas Dr. Himawan. Revitalisasi Pancasila sangat diperlukan, terutama bagi para penyelenggara negara dan masyarakat, untuk kembali menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup

“Berbagai permasalahan yang dialami oleh bangsa ini, seperti ketimpangan dalam penegakan hukum, carut marut pelayanan, dan melemahnya perekonomian, menunjukkan adanya kesalahan atau keteledoran dalam pelaksanaan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Oleh karena itu, Pancasila sudah selayaknya dijadikan pijakan oleh bangsa Indonesia untuk kembali merealisasikan berbagai hal menyangkut kondisi bangsa, termasuk moral dan etika.

Kegiatan ini ditutup dengan pelaksanaan tes secara jujur dan penuh tanggung jawab oleh seluruh peserta, yang diharapkan dapat menghasilkan pemahaman dan pengamalan Pancasila yang lebih baik di masa depan.

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »