Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Pancasakti (UPS) melaksanakan kegiatan Goes to school dengan Sosialisasikan Profil Pelajar Pancasila tentang pentingnya pengamalan Pancasila kepada para siswa SMA/SMK di Kabupaten Pemalang dan Kota Tegal mulai dari SMA PGRI 1 Taman, SMA Muhamadiah , SMK YPT, SMA NU, SMA Al Irsyad. Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari nonstop, Rabu-Kamis (21-22/12/2022).
Ketua HMPS Dhani Al Aziz menyampaikan “Pendidikan generasi muda bukan hanya tanggung jawab sekolah dan para guru saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama, oleh segenap elemen pemerintahan dan masyarakat. Kehadiran HMPS PPKN ke sekolah-sekolah melalui Kegiatan Goes To School ini, ingin bersilaturahmi sekaligus berkenalan dan menyosialisasikan kepada para siswa terkait pengamalan nilai nilai Pancasila.
Tema Goes To School mengusung tema “Membangun Profil Pelajar Pancasila”, karena sangat penting untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila secara sadar, sistematis, dan berkesinambungan dalam kebijakan pendidikan dan metode pembelajaran sekolah. Tentunya untuk membangun Sumber Daya Manusia yang cerdas dan berkarakter, oleh karena itu pentingnya pengenalan Pancasila agar lebih aplikatif khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
Kami berharap baik dari kepala sekolah juga para guru terlebih dalam membangun profil pelajar Pancasila, untuk memperkenalkan dan menyosialisasikan Pancasila kepada siswa. Saat ini banyak paham yang berusaha mengubah Pancasila, Alhamdulilah dengan ketegasan pemerintah dan kepolisian sehingga memberi efek jera kepada mereka yang mencoba ingin mengubah Pancasila,” ujarnya.
Sementara itu SMA AL Irsyad mengaku bangga dengan kedatangan jajaran HMPS PPKn UPS, tentunya hal itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan metode pembelajaran dan layanan pendidikan yang maksimal kepada para siswa juga orang tua siswa.
Melalui HMPS Goes To School diharapkan mampu mendorong motivasi para siswa, tentunya dengan memperkuat pendidikan wawasan kebangsaan, pendidikan karakter bahasa lokal, pendidikan anti korupsi, pendidikan tentang internasional, pendidikan Ketuhanan Yang Maha Esa serta pendidikan gotong royong .
“Karena hari ini orang memaknai demokrasi berbeda bukan hanya bebas berpendapat, tetapi orang memaknainya dengan cara bebas mencaci maki, jadilah generasi 2045 yang mampu turun tangan dengan ilmu yang dimiliki bukan hanya generasi yang bisa mencaci maki kekurangan orang lain. Itulah pentingnya pendidikan Pancasila,”Pungkasnya.

