Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Pancasakti  Tegal yang tergabung dalam HMPS PPKn sukses menyelenggarakan kegiatan Pekan Harmoni Ramadhan, Kamis (26/2/2026). Bertempat di Pura Segara Suci, Tegal Timur, kegiatan ini mengusung tema “Langkah Bersama dalam Kepedulian dan Kemanusiaan”.

Ketua Pura Segara Suci,  I Gusti Nyoman Mardawa, menyambut langsung kehadiran rombongan mahasiswa. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi PPKn, Raden Samidi, M.Pd., didampingi Pembina HMPS PPKn, Fitriyanto, M.Pd., serta dihadiri oleh perwakilan DPM, BEM FKIP, dan para demisioner.

Agenda utama kegiatan ini adalah dialog interaktif bertajuk “Moderasi Beragama dalam Bingkai Pancasila dan Kewarganegaraan”. Dalam pemaparannya, Fitriyanto, M.Pd. menekankan bahwa moderasi beragama adalah kunci dalam merawat kebhinekaan di Indonesia.

“Jika kita melihat Tuhan hanya dengan akal, kita cenderung terjebak pada pembenaran diri dan menyalahkan orang lain. Namun, jika kita melihat Tuhan dengan hati, kita akan menemukan kesamaan yang menuntun pada sikap saling menghormati dan tolong-menolong,” ujar Fitriyanto dalam materinya.

Ia juga menambahkan bahwa semua agama mengajarkan kasih sayang. Jika muncul kebencian terhadap pemeluk agama lain, hal itu bukan disebabkan oleh ajaran agamanya, melainkan kesalahan individu dalam memahami ajaran tersebut.

Dalam diskusi tersebut, dipaparkan bahwa moderasi beragama bukanlah pendangkalan ajaran, melainkan sikap mengambil jalan tengah (wasathiyyah) yang mencakup empat indikator penting:

  • ​Toleransi: Menghargai perbedaan keyakinan.
  • ​Komitmen Kebangsaan: Menerima Pancasila dan UUD 1945 sebagai prinsip bernegara.
  • ​Anti-Kekerasan: Menolak kekerasan fisik maupun verbal.
  • ​Akomodatif terhadap Budaya Lokal: Ramah terhadap tradisi selama tidak bertentangan dengan pokok ajaran.

​Sebagai bentuk apresiasi atas keterbukaan pihak Pura Segara Suci, Ketua Umum HMPS PPKn, Lulu Nurhaliza, bersama Ketua Pelaksana, Dzul Angga Setiawan, menyerahkan plakat penghargaan kepada I Gusti Nyoman Mardawa.

Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah dan makan malam bersama. Melalui ruang dialog ini, mahasiswa menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk membangun kerja sama demi kemanusiaan. Harapannya, semangat moderasi ini dapat terimplementasi dalam tindakan nyata sebagai warga negara yang menjunjung tinggi persatuan.

https://www.panturapost.com/pendidikan/2077253925/hmps-ppkn-ups-tegal-perkuat-nilai-toleransi-melalui-dialog-di-pura-segara-suci

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »