Teater Akar Universitas Pancasakti (UPS) Tegal kembali menggelar acara tahunan Ganti Lakon XVII pada Sabtu, 15 November 2025. Agenda yang menjadi tradisi regenerasi ini diselenggarakan untuk memperkenalkan struktur kepengurusan baru sekaligus mempererat hubungan antaranggota serta keluarga besar Teater Akar. Organisasi teater ini berada di bawah Laboratorium Bahasa FKIP UPS Tegal dan menaungi mahasiswa lintas program studi bahkan lintas fakultas.
Tahun ini, Ganti Lakon mengusung tema BARA MERAGA (Bareng Akar Meramu Asa Menjaga Karya). Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan untuk merawat energi kreatif, menjaga keberlangsungan karya, dan terus menyalakan “bara” seni dalam tubuh organisasi.
Acara dibuka dengan sambutan pengurus lama yang menyampaikan refleksi perjalanan satu tahun kepengurusan, sekaligus pesan tentang pentingnya dedikasi, kolaborasi, dan kecintaan terhadap dunia teater. Prosesi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh pembina Teater Akar, Sanday Jamaludin, yang kemudian menyerahkan potongan pertama kepada lurah Teater Akar terpilih, Salma (mahasiswi PBSID), dan diterima bersama lurah sebelumnya, Herlin (mahasiswi Pendidikan Matematika). Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur serta harapan agar kepengurusan baru dapat melanjutkan prestasi yang telah diraih pendahulunya.
Sebagai perayaan seni, Ganti Lakon XVII menampilkan sejumlah pertunjukan kreatif. Penonton disuguhkan tari Tanjung Gemirang, tarian khas Banyumas yang dikenal enerjik dan penuh filosofi. Suasana kemudian dibuat lebih dramatik melalui dramatic reading naskah Tanda Silang karya Eugene O’Neill, dibawakan oleh anggota baru dengan penghayatan kuat. Kegiatan juga dimeriahkan dengan musikalisasi puisi yang memadukan harmoni nada dan diksi puitik. Pada penutupan, para anggota senior—dikenal sebagai “mas-mas Akar”—menyajikan penampilan humor sarat kritik sosial yang menjadi ciri khas gaya pementasan Teater Akar.
Selain mempertontonkan karya seni, Ganti Lakon juga berfungsi sebagai ruang pertemuan lintas generasi. Momen ini memungkinkan anggota lama mengenal visi, karakter, dan potensi anggota baru, sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan yang menjadi identitas organisasi.
Melalui penyelenggaraan Ganti Lakon XVII, Teater Akar berharap muncul semangat baru, kekompakan yang lebih erat, serta kerja sama yang semakin solid. Regenerasi bukan hanya pergantian struktur, melainkan estafet nilai, ide, dan tekad untuk terus berkarya.
Dengan berakhirnya acara, seluruh anggota Teater Akar menyatakan kesiapan melangkah memasuki “lakon” baru dengan tanggung jawab, kreativitas, dan bara semangat yang terus menyala.


