Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) telah sukses mengadakan kegiatan Civic Study Club yang diselenggarakan pada Senin, 20 Januari 2025 dengan mengusung tema “Meningkatkan Critical Thinking untuk Membentuk Civic yang Berintegritas”
Kegiatan Civic Study Club ini dilaksanakan di Universitas Pancasakti Tegal di ruang D 100. Acara tersebut dihadiri oleh Wahyu Jati Kusuma, S.H, M.H selaku Kepala Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fitriyanto, M.Pd selaku Pembina HMPS PPKn UPS Tegal dan Dr. Munadi, M.Si selaku Wakil Dekan III FKIP UPS Tegal yang sekaligus membuka Acara Civic Study Club HMPS PPKn Tahun 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 17 mahasiswa semester 1 Prodi PPKn dan panitia HMPS PPKn sebanyak 14 mahasiswa. Pada kegiatan Civic Study Club 2025 ini, HMPS PPKn mengusung isu Kenaikan PPN 12% yang dipimpin oleh pemantik Zidan Pramugar Riyanto, S.Pd dan Kurangnya Literasi dan Degradasi Organisasi Mahasiswa yang dipimpi oleh pemantik Ibnu Sulaiman, S.Pd.
Peserta kegiatan Civic Study Club ini terbagi menjadi 2 kelompok yakni Pro dan Kontra. Tim Pro adalah tim yang mendukung adanya kebijakan yang dibuat, dan Tim Kontra adalah tim yang tidak setuju dan kurang menerima adanya kebijakan yang dibuat.
Dari hasil diskusi mengenai isu Kenaikan PPN 12%, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya Kenaikan PPN 12% pihak pro yang merasa setuju akan hal itu, alasannya karena PPN 12% dapat membantu meningkatkan anggaran negara, dapat mengurangi defisit negara, dan dengan adanya kenaikan PPN 12% ini diharapkan masyarakat dapat berhemat dalam berbelanja. Kenaikan PPN 12% ini juga diharapkan mampu meminimalisir hutang negara karena pendapatan negara yang meningkat sejak diberlakukannya PPN 12% ini. Namun, ada beberapa pihak/masyarakat yang merasa terbebani dengan adanya kenaikan PPN 12% ini, karena tidak selaras dengan pendapatan mereka.
Kenaikan PPN 12% ini seharusnya diimbangi dengan adanya fasilitas publik yang memadai serta upaya pemerintah seperti pengadaan bansos, BPJS, KIS (Kartu Indonesia Sehat), bantuan untuk anak sekolas seperti PIP dan KIP hingga makan siang gratis yang kini mulai dilakukan bertahap oleh pemerintah. Pemerintah harus bisa mengelola hasil dari PPN 12% dengan bijak dan meperbaiki sistem atau program-program untuk masyarakat. Pemerintah juga harus lebih transparan terhadap penyelenggaraan bantuan sosial agar bantuan tersebut dapat sesuai sasaran untuk masyarakat yang tidak mampu
Meskipun begitu, setiap program pemerintah pasti memiliki dampak positif dan negatifnya sendiri. Kenaikan PPN 12% ini dinilai dapat menyebabkan krisis moneter dan juga berpengaruh kepada sektor UMKM, UMKM dan usaha kecil mungkin mengalami kesulitan dalam menyesuaikan harga jual mereka dengan tarif pajak yang lebih tinggi.
Tidak hanya membahas isu Kenaikan PPN 12%, kegiatan Civic Study Club ini juga membahas tentang Kurangnya Literasi dan Degradasi Organisasi Mahasiswa. Kurangnya literasi di kalangan mahasiswa menjadi salah satu faktor utama degradasi organisasi mahasiswa. Dampaknya mencakup lemahnya kepemimpinan, rendahnya kualitas diskusi, kurangnya inovasi, serta mudahnya mahasiswa terpengaruh oleh informasi yang tidak valid. Oleh karena itu, perlu adanya upaya serius dalam meningkatkan budaya literasi di lingkungan mahasiswa agar organisasi mahasiswa dapat kembali menjalankan perannya sebagai agen perubahan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak organisasi mahasiswa mengalami degradasi baik dari segi kualitas kepemimpinan, visi dan misi, maupun efektivitas dalam menjalankan perannya. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap degradasi organisasi mahasiswa adalah rendahnya tingkat literasi di kalangan anggotanya.
Tema ini dirasa pas untuk dibahas karena literasi sangatlah penting dikalangan mahasiswa dan keterampilan dalam berorganisasi sangat wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa mengingat mahaswa adalah “Agent of Change”
Kegiatan Civic Study Club ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh HMPS PPKn UPS Tegal setiap tahunnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar mahasiswa dapat bersikap dan berfikir kritis terhadap isu yang ada dimasyarakat.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »